27 Mei 2013

"A Good Bye"


Annyeong aku bawa ff nih :D, ini FF asli buatan eonnie ku ckckck Baca dehh 


Title : A Good Bye

Main Cast : Choi Siwon Super Junior a.k.a Siwon

                    Cho Raena

Sub Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

                    Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Genre : AU!, Romance, Hurt, Sad, Angst

Disclaimer : CHOI SIWON IS MINE  *digaplok Siwonest.. 

Author : @IndahWonnie

                     Super Junior memang milik ELF, tapi Choi Siwon hanya milik Indah a.k.a Raena! DILARANG PROTES *dibakar masa =,=


“Tidak bisa mengatakan perasaan kepada orang yang kita cintai memang menyakitkan, perpisahan menjadi sangat menyakitkan, disaat kita tersadar haruskah kita terpuruk atau sebaliknya mengatakan sejujurnya walaupun itu sudah sangat TERLAMBAT….”



~ XXX ~


Pria itu berjalan menembus kegelapan malam sambil sesekali merapatkan mantelnya. Tampak kedinginan.

Langkahnya tiba-tiba saja terhenti di depan sebuah gang sempit. Terdengar suara yang cukup gaduh. Pria itu lalu menyipitkan matanya. Pandangannya kini tertuju pada sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya. Pria itu hanya bisa berdiri mematung. Berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Tak lama kemudian, Pria itu menjerit histeris.


~ XXX ~


Siwon melangkahkan kakinya memasuki ruangan serba putih itu dengan perlahan. Pria itu menarik nafasnya dalam. Seakan-akan oksigen tak cukup untuk menenangkan dirinya.

“Cho Raena….” desisnya sambil tersenyum miris. Pria itu meletak kan bunga anggrek ungu yang sejak tadi berada didalam genggaman tangannya kedalam vas bunga yang berisi air es.

“Seohyun bilang padaku, jika bunga ini dimasukan kedalam vas bunga berisi air es, bunga ini akan tetap segar. Apakah itu benar Raena-ya ?” Pria itu membelai lembut wajah yeoja cantik yang matanya tertutup rapat.

“Bunga ini cantik sekali, Raena ?” ucap Siwon setengah berbisik.

“Seohyun dan oppa mu berada di luar, mereka bilang tak ingin menganggu kita. Jadi mereka membiarkan aku masuk sendirian….” Siwon lantas menarik kursi yang berada di samping ranjang itu dengan perlahan. Siwon kembali menarik nafas dan kemudian duduk menghadap wanita cantik yang sama sekali tidak bereaksi di hadapannya. Ujung jarinya menyentuh dahi yeoja itu dengan ragu.

“Yeoja pabbo… kenapa kau belum bangun juga ? Apa mimpimu begitu indah, hm ?” ujarnya lagi. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Yang terdengar hanyalah bunyi monitor jantung yang menimbulkan suara berisik.

“Cho Raena…. sampai kapan kau akan tertidur seperti ini ?” Sesak. Itu yang dirasakannya saat ini. Pria itu menunduk. Dia tak sanggup menatap wajah pucat yeoja itu.

“Cho Raena…..” Siwon tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Yang bisa dia lakukan sekarang adalah menangis.

Makin lama, air matanya semakin mengalir deras. Sulit sekali untuk di hentikan. Siwon sadar jika dia tetap berlama-lama disini sama saja menyiksa dirinya sendiri, menyiksa perasaannya sendiri. Namja itu pun bangkit dari tempatnya duduk dan menyeka air matanya dengan punggung tangan. Dia tak mau siapapun tau kalau dia menangis.

~XXX~



Siwon keluar dari ruangan Raena dan memandang ke sekeliling.  Ekor matanya tertuju pada tiga sosok yang tak asing baginya. Raut wajah Kyuhyun tampak berbeda. Begitu juga Seohyun yang sejak tadi bersamanya. Siwon akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka secara perlahan. Sampai pada akhirnya langkah namja itu berhenti dengan sendirinya.

“Apakah tak ada jalan lain ?” tanya Kyuhyun dengan mimik wajah serius. Siwon hanya diam dan mendengarkan dari tempatnya berdiri. Tampaknya ketiga sosok itu belum menyadari keberadaan Siwon.

“Ani.. Sebagian besar otaknya sudah tak dapat berfungsi lagi dengan baik…”

“Tak dapat berfungsi dengan baik ?”

“Ne… tinggal menunggu waktunya saja.. Tak ada harapan lagi.. Mianhamnida..”

“Apakah tak ada yang dapat di lakukan lagi ? Dia dongsaeng-ku satu-satunya… Hanya dia keluarga yang kupunya..”

“Mianhamnida….Tuan Cho… Benturan keras itu mengenai bagian vital otaknya. Kemungkinan untuk sadar sangat kecil sekali. Bahkan tidak ada… Kami turut menyesal…”

Uisa itu membungkuk dan berpamitan. Kyuhyun menghela nafas berat dan melirik Seohyun yang sudah mulai menangis.

“Kau tak boleh menangis seperti ini…” ujar Kyuhyun sambil menyeka air mata yang mengalir deras di pipi Seohyun.

“Bagaimana aku bisa menahan tangisanku, jika adik-ku berada di ujung jurang kematian ? Raena itu adik ku juga, oppa..” jawab Seohyun sambil terisak.

“Kyu….” Kyuhyun dan Seohyun sontak menoleh ke arah Siwon. Mereka sama sekali tidak menyadari kalau Siwon berada tak jauh dari tempat mereka berdiri sejak tadi.

“Hyung…”

“Kyu ! Seohyun ! Katakan padaku kalau semua itu bohong ! Cepat katakan padaku !!”

Siwon menatap Kyuhyun dengan nanar. Beberapa detik kemudia Siwon berbalik dan berlari sepanjang koridor rumah sakit. Sesak dan kecewa yang ia rasakan saat ini. Kyuhyun berniat mengejar namja yang sudah ia anggap sebagai Hyung-nya itu tapi Seohyun menahan pergelangan tangannya. Membuat Kyuhyun kembali menatap Seohyun.

“Biarkan Siwon Oppa menenangkan dirinya sendiri… Ini sangat berat untuknya, Oppa…”

~ XXX ~


Siwon melemparkan kerikil ke arah tepian sungai Han untuk yang kesekian kalinya. Rasanya sesak bahkan udara bebas di sekitarnya pun terasa begitu menyesak kan. Penyesalan selalu datang di saat-saat terakhir. Penyesalan atas waktu yang tak dapat di putar kembali.

“Hyung!!….”

Siwon menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang berdiri dibelakangnya dengan senyum dipaksakan. Terlihat sekali raut kesedihan dari wajahnya yang tampan.

“Mianhae Kyu…”

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri Hyung…”

“Ini semua memang salahku Kyu…”

“Hyung…”

“Seandainya saja aku datang tepat waktu, semua hal ini tak akan pernah terjadi…”

“Kau jangan menyalahkan dirimu terus menerus…”

“Kyu ! Memang aku yang menyebabkan semua ini terjadi !”

Kyuhyun menunduk. Dapat Siwon rasakan kesedihan menyelimutinya.

“Kyu walaupun kau selalu bertengkar dengan Seohyun, tapi kau tak dapat berpisah dengannya kan ?”

“Ne…..”

“Itu hal yang ku rasakan saat ini Kyu….aku tak dapat berpisah dengannya…”

“Hyung…”

“Aku percaya Tuhan baik padaku.. Aku percaya suatu saat dia akan membuka matanya kembali…”

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya, tampak menahan tangis. Perlahan Siwon merasakan air mata nya ikut jatuh bersama dengan rintik-rintik hujan yang mulai turun.

“Kyu…aku sangat mencintainya…”

~XXX~



“Kiss The Rain…..” bisik Siwon pelan. “Raena… Aku sangat menyukai lagu ini.. Alunan pianonya yang begitu indah… Kau pasti ikut mendengarkannya juga kan ?”

Siwonon tersenyum kecut dan membasahi wajah Yeoja itu dengan handuk kecil miliknya yang sudah di rendam terlebih dahulu dengan air hangat.

“Raena… Setelah aku membersihkan wajahmu, ku harap kau bangun dan tersenyum.. Ne ?”

Siwon terus mengajak Raena untuk berbicara. Tapi tetap saja tak ada reaksi dari Yeoja itu. Yang ada hanya suara detakan jantungnya yang terpantau melalui monitor. Menandakan kalau masih ada kehidupan di dalam tubuh Raena.

“Saat kau bangun, aku akan mengajak mu menonton film drama… Kau sangat menyukai drama romantis bukan ?” Siwon mendekatkan ponselnya ke telinga kanan Raena.

“Dengar lah Raena… Aku selalu menangis saat mendengarkan lagu ini.. Apa kau juga tertarik untuk ikut menangis bersamaku ?” Kilauan bening mulai mengalir deras dari sudut mata Siwon.

“Raena…aku sangat menyesal…”

~XXX~


~Flashback~


“Siwon oppa !” teriak seorang yeoja sambil berlari menghampirinya. Namja tampan bernama Choi Siwon itu tersenyum melihat tingkah yeoja yang menurutnya sangat lucu.

“Raena-ya…” ujarnya senang.

“Oppa ! karna sekarang sudah menjadi aktor, jadi tidak mau menjemputku kuliah lagi ? Akan kulaporkan kau pada Oppa ku..” gerutu Raena. Siwon hanya tertawa sambil mengacak pelan rambut yeoja itu.

“Pengambilan scene itu memakan waktu lima jam… Oppa tak sempat menjemputmu Raena-ya… Mianhaeyo… Jangan marah pada oppa,  Ne ?” Raena cemberut. Yeoja itu memalingkan wajahnya. Tampak enggan menatap Siwon.

“Mianhaeyo… Oppa bawakan sesuatu untuk mu..” Siwon mengeluarkan sebuah kalung dari saku mantelnya. Raena kembali menatap Siwon yang sudah meraih pergelangan tangannya dan tersenyum kecil.

“ini untuk ku, oppa ?” tanya Raena. Siwon mengangguk sebagai jawaban. “Oppa bantu pakaikan….” Raena mengangguk dan memegang rambutnya agar Siwon lebih mudah memakaikan kalung itu dileher jenjangnya.

“Kyeopta….”

“kamsahamnida oppa…” Raena membungkuk kan tubuhnya. Di saat itu lah Siwon meraih Raena kedalam pelukannya. Begitu erat, seperti takut kehilangan.

“Raena-ya, tetaplah menjadi dongsaeng-ku yang paling ceria.. Ne ?” ujar Siwon yang membuat Raena tampak kecewa. Yeoja itu selama ini berpikir kalau Siwon menyukainya. Tapi ternyata namja itu hanya menganggapnya sebagai dongsaeng saja. Raena mengangguk lemah dan melepaskan pelukan Siwon.

“Oppa juga ne, walaupun nanti oppa sudah memiliki yeojachingu tapi kau tetap menjadi oppa-ku yang selalu ada disampingku, Ne ?”

Siwon mengangguk dan tersenyum. Ternyata Raena menganggapnya hanya sebatas oppa-nya saja. Padahal dia selalu berharap lebih dari itu. Dia ingin Raena menatapnya sebagai namja, bukan sebagai oppa yang selalu memanjakannya.

Namja itu menghela nafas berat dan menatap tepian sungai Han dengan perasaan yang tak dapat di jelaskan. Rasanya ingin sekali kembali memeluk Raena dan berkata kalau dia sangat menyukainya. Tapi Siwon tak kuasa melakukan hal itu, dia takut yeoja itu akan menjauh darinya. Siwon merasa kalau perasaannya lebih baik disimpan untuk dirinya sendiri.

“Raena-ya…”

“Ne ?”

“Kau punya acara besok malam ?”

“Aniya…Waeyo oppa ?”

“Ada pertunjukan kembang api… Oppa ingin menyaksikannya bersama mu…”

“Jinjja ? Aigoo…aku mau sekali !”

“Kalau begitu, kau bisa menunggu oppa menjemputmu disini besok malam.. ?”

Raena mengangguk dan tersenyum lebar. Dia tidak menyangka kalau Siwon akan mengajaknya pergi.

“Tapi oppa benar-benar akan menjemputku kan ?” tanya Raena ragu.

“Ne… Jangan lupa kena kan mantelmu, cuaca akan dingin sekali besok…”

“Arraseo…”


~ XXX ~

“Raena-ya… Kau yakin tidak mau Oppa temani ?” tanya Kyuhyun saat melihat Dongsaeng kesayangan nya tengah memakai sepatu ungu flatshoesnya. Yeoja itu tampak aneh dimata Kyuhyun karna mengenakan syal keunguan yang kontras dengan mantelnya yang juga berwarna ungu.

“Aniya… Siwon oppa sudah janji akan menjemputku tepat waktu… Oppa tenang saja…” sahut Raena sambil melirik arloji yang juga berwarna ungu di tangannya. Gadis itu sudah terlambat sepuluh menit dari waktu yang telah di tentukan dengan segera dia mengambil tas nya dan mencium pipi Kyuhyun sekilas.

“Kau yakin ?” tanya Kyuhyun ragu. Namja itu sangat paham sekali kalau temannya yang bernama Choi Siwon itu pasti akan terlambat mengingat namja itu tengah disibukkan dengan syuting kejar tayang nya. Raena mengangguk dan mengembangkan senyum terbaiknya.

“Kalau begitu, jaga dirimu Raena-ya… Cuaca sangat dingin… Sungai Han pasti sepi sekali... kalau ada sesuatu cepat hubungi aku... Arra!!”

Raena kembali tersenyum dan melambaikan tangannya. Tak lama kemudian, yeoja itu sudah menghilang dibalik pintu rumah, Raena berjalan menembus malam menuju Sungai Han kemudian dia merogoh ponsel di saku celananya dan menatap layar ponsel itu dengan tatapan kosong. Siwon belum menghubunginya.

~ XXX ~


Raena menatap nanar hamparan Sungai Han dihadapannya. Yeoja itu mendesah pelan dan merapatkan mantelnya. Sudah tiga jam dia menunggu tapi Siwon belum juga datang.

Raena meraih ponsel yang sudah tergeletak di samping tempatnya duduk. Yeoja itu menekan tombol ponsel dengan bimbang. Dia takut Siwon tidak menjawab panggilannya lagi seperti yang ia lakukan tadi.

“Yeoboseyo ?” sapa seorang namja dari seberang. Raena mengembangkan senyumnya sekilas saat mendengar suara merdu namja itu.

“Yeoboseyo ? Siwon oppa ?” tanya Raena ragu.

“Ne… Mianhaeyo Raena-ya… Oppa masih di lokasi syuting sekarang… Jeongmal mianhaeyo…” Senyum yeoja itu langsung pudar seketika.

“Ku kira oppa akan menepati janji mengajak ku pergi…”

“Aniya…bukan begitu maksudku..” ujar Siwonn dengan nada menyesal. Raena menghela nafas berat.

“Aku kecewa sekali oppa….” ungkap Raena jujur. Yeoja itu menggigit bibir, menahan tangis.

“Jeongmal mianhaeyo.. Raena-ya…”

Piipp !

Raena menutup ponselnya dan melemparkan ponsel ungu itu hingga membentur salah satu pohon disana. Gadis itu menjerit lalu menangis rasanya ingin sekali dia mengatakan pada Siwon bahwa dia mencintai Namja itu.
Raena bangkit dan menyeka air matanya dengan cepat. Gadis itu merapatkan mantelnya dan bergegas pulang.

“Nona manis, sedang apa kau malam-malam sendirian disini?” Raena tersentak dihadapan nya kini sudah berdiri dua orang yang sangat menyeramkan menurutnya.

“Mian ahjussi aku ingin pulang”

“Ayolah nona manis, kita bersenang-senang dulu dimalam yang indah ini” ucap salah satu diantara mereka. Raena hendak lari namun salah satu diantara mereka berhasil menahan pinggang gadis itu dan menyeret paksa menuju sebuah gang dengan cahaya lampu temaram.

~XXX~


  Kyuhyun memandang makanan dihadapannya dengan perasaan tidak tenang. Entahlah biasanya Namja itu begitu lahap memakan masakan buatan Seohyun. Tapi, saat ini fikirannya hanya tertuju pada Adiknya. Dia juga tidak tau mengapa semenjak Raena menutup pintu rumah mereka fikiran nya menjadi kacau seperti ini.

“Waeyo ?” tanya Seohyun yang aneh melihat tingkah Namjanya malam ini. Kyuhyun tampak pucat entah apa sebabnya.

“Aku memikirkan Raena, Seohyun-ah. ini sudah malam”

“Bagaimana kalau kita mencarinya,oppa. Ini sudah larut malam” ucap Seohyun lembut sambil menarik pergelangan tangan Namjachingu nya itu.

“Kajja”


~XXX~

“Yeoboseyo ? Siwon Hyung !”

“Yeoboseyo ? Kyuhyun-ah ?”

“Hyung, apa sekarang kau sedang bersama Raena?”

“Aniya.. aku baru saja selesai syuting dan sekarang sedang menuju sungai han, wae? ”

“Raena tidak ada di Sungai han Hyung! aku sedang disini bersama Seohyun !”

“Mwoya ?! Jangan bercanda !”

“Aniyo…aku tidak bercanda, Hyung… Aku menemukan ponsel dan tasnya disini Hyung… Aku takut terjadi sesuatu pd adikku Hyung..” Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak. Yang terdengar di seberang sana hanya lah hiruk pikuk suara kendaraan,sepertinya Siwon sedang terjebak macet.

“Tenanglah, Aku akan ikut membantu mencari Raena !” seru namja di seberang sana. Tak lama kemudian, sambungan teleponnya terputus.

~ XXX ~

“Mau apa kalian? Lepaskan !!” jerit Raena sambil sesekali memukul dada Namja yang menyeretnya. Namja itu menyeretnya menuju gang-gang kecil.

“Lepass !!!!”

“Diamlah Nona manis, kami akan mengajakmu untuk bersenang-senang sebentar !!!!”

“Jangan macam-macam, Lepas !!!!” Raena menggigit tangan salah satu tangan pemuda itu dan berhasil gadis itu hendak berlari namun salah satu diantara mereka berhasil menahannya kemudian menampar pipi chubby Yeoja itu hingga Raena terjatuh. Gadis itu meringis karna dahinya menghantam aspal. Kedua pemuda yang sudah gelap mata itupun berusaha memperkosa gadis cantik itu.

“Cho Raena !!! Bedebah kalian, apa yang kalian lakukan pada-nya” Jerit Siwon memecah keheningan malam. Kedua pemuda itu panik kemudian salah satu diantara mereka melihat sebuah balok tergeletak disamping Raena. Tanpa fikir panjang pemuda itu menghantamkan balok itu ke kepala gadis itu dan kemudian pemuda berandalan itu meninggalkan begitu saja tubuh tak berdaya Raena.

Raena mendengar samar-samar Siwon yang berteriah histeris memanggil namanya, seulas senyum tipis terukir diwajah rupawannya “Choi Siwon, saranghae……” dan semuanya gelap.

~Flashback END~


“Raena….jangan pergi…” bisik Siwon lagi. Namja itu menatap cemas ke arah monitor yang sejak sebulan yang lalu terus setia di samping tubuh Raena. Akhir-akhir ini kondisi gadis itu tidak stabil. Bukan membaik, tapi semakin memburuk.

“Raena.. Aku akan menepati janji ku… Karna itu cepatlah bangun, Raena… Ku mohon bangun lah….” Siwon mendekatkan wajahnya dan mengecup dahinya perlahan. Dingin. Itu yang dapat Siwon rasakan di bibir nya.

“Cho Raena, saranghaeyo…..” Bisik Siwon tepat di telinga kanan gadis itu.

Siwon ingin sekali melihat Raena bangun dan kembali tertawa. Memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’, padahal Siwon sangat berharap kalau Raena melihatnya sebagai seorang Namja bukan sebagai seorang Oppa yang selalu memanjakan nya. Ingin sekali Siwon kembali berdebat dengan gadis cerewet yang tertidur dihadapannya itu.

Suara berisik monitor yang asing di telinga sontak membuat Siwon menoleh. Kenapa monitor itu hanya menunjuk kan garis lurus saja ? Kenapa ?!

Siwon kembali menatap wajah pucat Raena dengan air mata menyeruak. Siwon berdiri dengan tubuh gemetar. Tangan nya sontak meraih tubuh kaku itu kedalam pelukan hangatnya. Memeluknya erat dan menangis sejadinya.

“Gadis Bodoh…sudah ku bilang jangan pergi…..” bisik Siwon lagi. Kali ini dia melepaskan tubuh gadis itu dan perlahan bergerak mundur. Menjauhi tubuhnya yang sama sekali tak bergeming.

“CHO RAENA !!!!!!!”


~ XXX ~

“Hyung… Kau tak ingin ikut ke pemakaman...” tanya Kyuhyun. Siwon hanya menggeleng dan kembali menatap tepian sungai Han tanpa minat.

“Kau yakin ?”

“Aku tak sempat mengungkapkan perasaan ku padanya, Kyu….” ujar Siwon dengan suara serak.

“Adik ku sangat mencintai mu Hyung... Jangan seperti ini...”

“Raena hanya menganggapku sebagai oppa nya saja kyu, tidak lebih”

“Itu milik Raena, baca lah….” ujar Kyuhyun sambil tersenyum kecut.

Siwon membuka buku kecil berwarna ungu itu dan mulai membaca halaman demi halaman. Membuat air mata kembali mengalir membasahi wajahnya yang tampan. Siwon tak kuasa membaca seluruh isi buku yang ternyata semuanya menceritakan tentang sesosok namja yang sangat berarti dalam hidup Raena. Namja itu membalik halaman terakhir. Dan menemukan curahan hati Raena yang membuatnya kembali menangis sejadi-jadinya.

Oppa..

Kapan ya kau akan membaca tulisan ku ini
Oppa… Apakah kau tahu ?

Aku selalu membicarakan mu pada siapapun yang dekat denganku….

Aku selalu menyimpan potret mu dan diam-diam memandanginya tanpa kau ketahui…

Aku selalu tersenyum saat mengingat wajahmu Choi Siwon

Aku tak tahu bagaimana perasaan mu terhadapku….

Selama ini aku selalu menyakinkan diriku sendiri…

Aku berusaha untuk menganggapmu hanya sebatas Oppa-ku…

Tapi ternyata aku tak dapat melakukan semua itu…

Aku tak bisa menahan perasaan ku

Jeongmal saranghaeyo, Choi Siwon…


-Cho Raena-


“Kyu….” desis Siwon.

“Raena sangat mencintaimu, Hyung… Dia pasti tak ingin melihat mu menangis terus…” Siwon mengangguk kecil “sekarang kau juga ingin mengungkapkan perasaanmu kan ? Kau ingin ikut ke pemakaman dan menemui Raena-mu ? Kajja!! Jangan membuat Raena menunggumu lagi, Hyung...”

~ XXX ~



Cho Raena... apakah kau tau ?

Aku selalu mencintaimu walaupun aku tak bisa menjangkau mu lagi…

Tapi biarkan lah perasaan ku ini mengalir dengan sendirinya…

Mengalir…

Menuju mu….

Cho Raena, Saranghaeyo...



- THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar